PUJIAN MARIA
Senin, 22 Desember 2025
1Sam 1:24-28
Luk 1:46-56
Di tengah penantian dan ketidakpastian hidup, hati manusia mudah dipenuhi keluh kesah. Namun dalam keheningan, selalu ada ruang untuk bersyukur dan memuliakan Tuhan atas karya-Nya yang setia.
Dalam Magnificat, Maria memuliakan Tuhan karena Ia meninggikan yang rendah dan setia pada janji-Nya. Sukacita Maria lahir bukan dari keadaan yang mudah, melainkan dari kepercayaan penuh bahwa Allah sedang berkarya. Di tengah ketidakpastian, Maria memilih percaya dan bersukacita (Luk 1:46-56)).
Mari kita menantikan Kristus dengan syukur dan sukacita, sambil membiarkan hidup kita menjadi pujian bagi Allah.
Ya Tuhan, semoga kami selalu memuji dan memuliakan-Mu, amin.
Denpasar, 22 Desember 2025



