LINTAS PAROKI

150 Orang Hadir dalam Visitasi Kanonik Uskup Denpasar di Paroki Sanmari Gianyar

GIANYAR – Bapak Uskup Denpasar Mgr. Silvester San, kembali melakukan visitasi kanonik. Terbaru adalah visitasi (kunjungan) kanonik ke Paroki Santa Maria Ratu Rosari (Sanmari) Gianyar, Rabu, (19/11/2025).

Bertempat di Aero Park, Keramas-Gianyar yang terletak di jalan Bypass Ida Bagus Mantra, di bawah tenda di ruang terbuka, sekitar 150 orang hadir dalam perjumpaan pastoral itu, terdiri dari para fungsionaris pastoral serta umat utusan 7 lingkungan paroki itu.

Mereka didampingi Pastor Paroki dan Pastor Rekan Paroki Sanmari RD. Dominikus I Gusti Bagus Kusumawanta dan RD. Yulius Kehi. Tampak pula sejumlah biarawati yang berkarya di paroki itu.

Umat yang mengikuti Visitasi Kanonik Bapak Uskup

Sementara Bapak Uskup didampingi Vikjen sekaligus Direktur Pusat Pastoral RD. Herman Yoseph Babey dan Sekretaris/Ekonom Keuskupan Denpasar RD. Agustinus Sugiyarto.

Visitas ini merupakan kesempatan Bapak Uskup bersama Kuria Keuskupan yang hadir untuk mendengarkan langsung laporan kondisi paroki terkini. Sebaliknya umat mendengarkan tanggapan Bapak Uskup. Lalu, dilanjutkan dialog dalam semangat berjalan bersama gembala dan umat.

Acara dibuka dengan doa, dilanjutkan dengan sapaan kasih Pastor Paroki Sanmari Gianyar RD. Dominikus I Gusti Bagus Kusumawanta. Rm. Wanta, panggilan akrabnya, merasa bahagia karena para fungsionaris pastoral dan umatnya bisa bertemu dan dapat berdialog dengan Bapak Uskup.

Rm. Wanta juga mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak Uskup dan Kuria Keuskupan Denpasar, juga mengapresiasi umat yang hadir dalam acara itu.

Pastor Paroki Sanmari Gianyar RD. Dominikus I Gusti Bagus Kusumawanta

“Pertemuan ini merupakan bagian dari berjalan bersama dan hidup bersama dalam satu Gereja bersama Bapak Uskup. Kita semua diharapkan dalam semangat itu pula membangun persekutuan, partisipasi dan misa,” katanya.

Pastor Paroki Gianyar juga menyampaikan kepada Bapak Uskup, bahwa tiga tahun lagi Paroki Gianyar memasuki usia 50 tahun. Menuju usia setengah abad ini, paroki mengalaman perkembangan cukup pesat.

Tidak hanya jumlah umat yang berkembang, tetapi diringi pula pembangunan sarana ibadah, di mana belum lama ini telah dibangun sebuah Kapela di Ubud dan diberkati Bapak Uskup. Menyusul Kapela di Bangli yang masih dalam proses.

“Semoga perjumpaan ini membawa sukacita bagi kita semua dan ikut serta dalam membangun Keuskupan Denpasar,” pungkas Rm. Wanta.

Sikon Terkini

Laporan tentang situasi dan kondisi (sikon) terkini Paroki Sanmari Gianyar disampaikan oleh Pastor Rekan RD. Yulius Kehi. Pertama-tama, Romo Yulius melaporkan tentang administrasi dan keuangan.

Dalam laporannya, umat terdata sampai saat ini terdiri dari 1.477 jiwa (berdasarkan data Rukun Kematian Paroki Gianyar). Umat Sebanyak itu tersebar di 7 lingkungan yang ada di beberapa titik yaitu di Kota Gianyar ada 2 Lingkungan, Bitra 1 Lingkungan, Ubud 2 Lingkungan, sepanjang jalan Ida Bagus Mantra 1 Lingkungan dan Bangli 1 Lingkungan.

Pastor Rekan Sanmari RD. Yulius Kehi (berdiri) saat menyampaikan situasi dan kondisi terkini Paroki Sanmari Gianyar

Tentang keuangan paroki, laporan keuangan secara rutin dikirim ke Ekonom Keuskupan, dan uang kolekte setiap minggu diumumkan kepada umat. “Pastor Paroki selalu berkoordinasi dengan Dewan Keuangan Paroki (DKP) menyangkut keuangan,” imbuh Rm. Yulius.

Dilaporkan pula aset-aset yang dimiliki berikut kondisinya yang pada umumnya baik, seperti mobil, sepeda motor, aula, gereja dan sebagainya. Paroki ini juga memiliki asset berupa tanah.

Hal lain yang disampaikan Rm. Yulius, di antaranya mengenai pelayanan pastoral seperti Liturgi, Katekese dan pendalaman Kitab Suci, pelayanan Sakramen, partisipasi umat dalam kehidupan menggereja termasuk Sekami, OMK maupun kelompok kategorial yang saat ini cukup berkembang pesat. Pembinaan iman mulai dari anak, remaja (omk) dan dewasa berjalan baik.

“Partisipasi OMK umumnya terlihat aktif dalam gereja, seperti tanggungan koor, terlibat dalam kepanitiaan, menyelenggarakan kegiatan besar seperti Lendari 2024. OMK juga terlibat dalam kegiatan di luar paroki,” terang Rm. Yulius.

Dilaporkan juga bahwa Pastor Paroki sangat aktif dalam kegiatan sosial di luar gereja termasuk dengan pemerintah setempat, sehingga kehadiran gereja cukup nampak di tengah masyarakat.

Dilaporkan juga tentang Pendidikan, khususnya sekolah Katolik di Gianyar (TK dan SD) di mana banyak anak-anak umat yang sekolah di sini.

Tanggapan Bapak Uskup

Menanggapi laporan terkini tentang perkembangan paroki Gianyar, Bapak Uskup mengatakan “Kita sudah mendengar keadaan paroki ini, seperti data umat dan pemekran lingkunan semua itu baik. Pemekaran sangt positif artinya umat kita bertumbuh dan berkembang. Hanya saya tidak mendengar laporan tentang KBG.”

Bapak Uskup juga menyentil tentang pembangunan Kapela di Ubud, supaya luas tanah yang diberikan donatur untuk gereja itu harus jelas sehingga tidak menjadi polemik di masa datang.

Bapak Uskup (tengah) saat menanggapi laporan tentang perkembangan Paroki Sanmari Gianyar

Terkait keuangan paroki, menurut Bapak Uskup, juga perlu tahu kondisinya mengenai angka uang yang ada, bagaimana membiayai kegiatan paroki, dan sebagainya.

“Soal pendidikan, saya senang umat kita mau sekolahkan anaknya di sekolah Katolik. Saya kira ini dulu yang saya tanggapi,” pungkas Mgr. San.

Ekonom Keuskupan Denpasar, RD. Agustinus Sugiyarto, menambahkan bahwa soal laporan keuangan dari paroki Gianyar patut diapresiasi karena laporannya lancar setiap bulan.

Romo Agus juga mengharapkan agar laporan yang disampaikan pastor rekan tentang sikon paroki Gianyar supaya disampaikan juga kepada pihak keuskupan dengan memperhatikan beberapa catatan Bapak Uskup tadi.

Acara yang dipandu Ketua BPU Rony Gali itu, selanjutnya diisi dengan ‘curhat’ umat baik menyangkut bidang pastoral, tenaga pastoral, pelayanan sakramen, termasuk situasi sosial dan sebagainya. Umat begitu antusias menyampaikan isi hatinya kepada Bapak Uskup.

Umat antusias menyampaikan aspirasi (curhat) kepada Bapak Uskup

Dalam dialog itu, baik fungsionaris pastoral maupun umat lainnya meminta perhatian Bapak Uskup mulai dari tenaga imam yang dirasa kurang seiring bertumbuhnya umat, kebutuhan Frater TOP dan prodiakon. Juga berharap agar Rm. Wanta tetap di Gianyar dulu hingga pesta emas paroki.

Para Gembala bersama DPP Inti Paroki Sanmari Gianyar

Dalam dialog, umat juga menyampaikan perlunya bangun SMP Katolik di Gianyar, kerjasama lintas keuskupan khususnya untuk kemudahan administrasi umat yang hendak menerima Sakramen Perkawinan, tentang umat yang masih ‘abu-abu’ (tidak terdaftar di paroki setempat), tentang gereja Oikumen di Biaung, tenaga guru agama Katolik, tentang perlunya rumah singgah bagi para perantau, masalah sosial seperti sulitnya pendatang mendapat kos-kosan, kelompok berbasis suku dalam gereja, sampai pada mahalnya biaya di sekolah Katolik.

Atas berbagai curhat umat itu, Bapak Uskup berusaha untuk menanggapinya semuanya dengan bijaksana dengan memberikan jawaban yang bisa diterima umat dengan memperhatikan kondisi rill yang terjadi di Keuskupan Denpasar.

Khusunya untuk kelompok berbasis suku, menurut Bapak Uskup, Katolik itu artinya universal. Dalam Gereja bertemu bermacam-macam orang dengan berbagai latar belakang, sehingga kelompok berbasis suku itu tidak perlu ada.

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 18.00 itu berakhir sekitar pukul 21.00. Acara diakhiri dengan foto bersama secara bergiliran setiap lingkungan dengan para gembala yang ada.

Visitasi kanonik Bapak Uskup akan terus berlanjut ke paroki-paroki lainnya pada kesempatan yang akan datang. Masih cukup banyak paroki di Dekenat Bali Tengah dan Bali Timur yang belum terkunjungi. Sementara Dekenat NTB sudah tuntas dan di Dekenat Bali Barat masih menyiasakan dua paroki. *

Hironimus Adil

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button