LINTAS PAROKILINTAS PERISTIWA
Trending

10 ORANG PRODIAKON DILANTIK PADA PERAYAAN HUT KE-82 PAROKI HKY PALASARI

Aneka hasil bumi umat yang terdiri dari buah-buahan, beragam jenis sayur, kacang-kacangan, aneka macam umbian, labu dan sebagainya dijadikan dekorasi menarik yang menghiasi gereja Hati Kudus Yesus (HKY) Palasari, pada perayaan Ekaristi Minggu (18/9/2022).

Umat dengan sukarela menyumbang hasil bumi yang dimilikinya untuk gereja, yang kemudian ditata sedemikian indah menjadi dekorasi yang menarik, baik di depan pintu masuk gereja maupun di beberapa bagian dalam gereja termasuk di sekitar altar.

Beberapa jenis hasil kebun umat yang dijadika dekorasi gereja

Dekorasi dengan memanfaatkan hasil pertanian umat sendiri sudah menjadi kekhasan Paroki HKY Palasari dalam menyambut perayaan-perayaan khusus/istimewa seperti pada misa Minggu itu.

Walaupun dalam Kalender Liturgi Gereja Katolik, Minggu 18 September 2022 adalah Minggu Biasa ke XXV, tetapi bagi umat di Palasari, hari itu menjadi perayaan istimewa karena syukur atas hari ulang tahun (HUT) ke-82 Gereja Katolik Paroki Hati Kudus Yesus Palasari.

Sebagaimana tercatat dalam sejarah bahwa tepat pada 15 September 1940, Pastor Simon Buis, SVD, bersama 18 umat Katolik asal Tuka, tiba di Palasari (lokasi Palasari lama) dan mulai menetap di sana. Sejak itulah benih iman Katolik mulai ditabur di sana dan terus berkembang hingga saat ini.

Pada 15 September 2022, paroki ini pun memasuki usia 82 tahun, dan perayaan Ekaristi dalam rangka syukur atas HUT paroki yang terletak di ujung barat pulau Bali itu, baru dilaksanakan pada Minggu (18/9).

Indahnya Gereja Hati Kudus Yesus Palasari

10 orang Prodiakon paroki dilantik pada perayaan itu. Para Prodiakon ini menjadi kado istimewa dalam perayaan ulang tahun ke 82.

Bagi Pastor Paroki HKY Palasari, RD. Agustinus Sugiyarto, kesediaan 10 orang menjadi Prodiakon ini menjadi kebanggan tersendiri, sebab tidak mudah bagi umat setempat yang mau dan bersedia mengemban tugas mulia itu.

Romo Agus, demikian Pastor Paroki disapa, dalam sambutan sebelum misa berakhir, mengungkapkan bahwa ada sekian banyak umat yang telah didekati untuk diajak menjadi Prodiakon, tetapi yang bersedia hanya 10 orang yang dilantik dan diberkati oleh Bapak Uskup Denpasar Mgr. Silvester San dalam misa ini. Pengangkatan para Prodiakon itu juga berdasarkan Surat Keputusan (SK) Uskup Denpasar.

CEKATAN

Misa perayaan itu dipimpin Bapak Uskup Mgr. Silvester San, sebagai Selebran Utama, didampingi tiga imam Konselebrasi, yakni RD. Agustinus Sugiyarto, RD. Martinus Tamo Ama (Pastor Rekan Palasari) dan RP. Marselinus I Nyoman Suarma, SVD (imam asal Palasari yang bertugas di pulau Sulawesi dan sedang cuti untuk merayakan 25 tahun hidup membiara bersama keluarga di Palasar).

Umat yang memadati gereja semuanya berpakaian adat termasuk koor paroki yang mengiringi perayaan Ekaristi HUT Paroki HKY ke 82 pelantikan Prodiakon

Bacaan Injil pada Misa itu adalah perumpaan Yesus tentang kecerdikan atau kecekatan seorang bendahara yang tidak jujur (Bdk. Lukas 16:1-13). Menurut Bapak Uskup, banyak orang berhasil atau menjadi sukses karena mereka cerdik atau cekatan dalam memanfaatkan peluang.

Dalam kasus bendahara yang tidak jujur sebagai latar belakang perumpamaan Yesus dalam bacaan Injil itu, Yesus memuji dia karena kecerdikannya ketika tuannya meminta pertanggung jawaban si bendahara.

Seperti merasa terdesak karena hendak dipecat oleh tuannya, maka dengan cekatan si bendahara bertemu dengan orang-orang yang berhutang dengan tuannya dan meminta mereka menanda tangani surat hutang baru dengan mengurangi jumlah hutang yang sesungguhnya.

Hal itu dilakukan si bendara dengan pertimbangan ketika dia dipecat oleh tuannya, maka orang-orang yang telah dibantunya mengurangi jumlah utang mereka akan menerima bendahara itu di rumah mereka. Tuannya pun memuji si bendahara karena kecerdikannya.

Perarakan masuk gereja

“Yang dipuji dari bendahara itu adalah kecerdikan atau kepandaiannya dalam menghadapi masa depannya. Tuhan tidak mengajak kita untuk berlaku tidak jujur seperti bendahara, tetapi Tuhan mengajak untuk cekatan, cerdik dan pandai dalam menghadapi masa depan,” tegas Bapak Uskup.

Sementara dalam bacaan pertama, mengisahkan tentang Nabi Amos yang rela dibenci oleh para pedagang (orang kaya) karena perjuangannya demi Kerajaan Allah dan keselamatan manusia. Nabi Amos juga adalah seorang yang memperjuangkan keadilan sosial bagi orang-orang miskin dan tak berdaya.

Nabi Amos, lanjut Bapak Uskup, adalah seorang yang setia pada panggilan Allah. Dia mengecam orang-orang kaya (para pedagang) sebab mereka tidak suka dengan hari raya religius yang merupakan hari libur sehingga mereka tidak bisa berdagang. Amos juga mengecam para pedagang itu karena berlaku curang terhadap orang-orang miskin sehingga menimbulkan ketidak-adilan sosial.

Prodiakon yang dilantik tepat pada perayaan 82 tahun Paroki Palasari

“Amos sangat cekatan dan tangkas untuk urusan Kerajaan Allah dan demi keselamatan, dia mengecam terhadap ketidak-adilan sosial, sekaligus juga cekatan dalam mengatasi ketidak-adilan sosial itu,” ungkap Bapak Uskup.

Kepada umat, Bapak Uskup mengajak untuk cekatan dan cerdik dalam menghadapi kehidupan dan perlunya tindakan nyata dan berlaku adil terhadap sesama manusia.

“Karena itu, kita mestinya bisa belajar dari Nabi Amos untuk bersuara atas ketidak-adilan dan berjuang mengatasi ketidak-adilan sosial yang ada,” pinta Bapak Uskup.

Di bagian akhir homilinya, Bapak Uskup menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan atas perjalanan Paroki Palasari yang telah berusia 82 tahun. Menurut Bapak Uskup, untuk usia manusia, 82 tahun itu cukup panjang, tetapi untuk sebuah lembaga seperti Gereja Katolik, usia ini belumlah apa-apa, sebab sejarah Gereja Katolik sudah berdiri lebih dari dua ribu tahun yang lalu.

Persembahan Tari Bali, mengekspresikan sukacita atas HUT Paroki

“Tetapi kita bersyukur atas rahmat dan penyertaan Tuhan yang telah dilimpahkan bagi Paroki Hati Kudus Yesus Palasari,” ungkapnya.

Bapak Uskup juga mengajak seluruh umat baik yang hadir langsung dalam misa itu maupun yang mengikutinya secara live streaming melalui kanal youtube paroki HKY Palasari untuk berdoa bagi para calon Prodiakon yang segera dilantik saat itu.

“Semoga Tuhan menurunkan Roh KudusNya, memberkati mereka serta senantiasa membantu mereka dalam tugas pelayanan khususnya sebagai pelayan komuni luar biasa. Kiranya para Prodiakon yang dilantik dapat menjalankan tugas pelayanan dengan tekun, setia dan penuh tanggung jawab,” harap Mgr. San.

Usai homili, dilanjutkan upacara pelantikan dan pemberkatan para Prodiakon untuk periode 2022-2025. Sebelum Bapak Uskup melantik mereka, terlebih dahulu Pastor Paroki RD. Agustinus Sugiyarto membacakan SK Uskup Denpasar tentang pengangkatan mereka.

Pastor Paroki juga membacakan nama-nama yang terlampir dalam SK tersebut dan meminta yang namanya disebut untuk berdiri dan maju ke depan.

Foto atas : Penari bersama Bapak Uskup dan Imam Konselebrasi Foto bawah : Misdinar bersama Bapak Uskup dan Imam Konselebrasi

Begitu mereka telah berdiri rapi menghadap altar, pastor paroki memohon kesediaan Bapak Uskup untuk melantik. “Yang Mulia Bapak Uskup, para calon Prodiakon Paroki Hati Kudus Palasari telah ditunjuk dan diberikan pembekalan untuk melayani dalam tugas-tugas mereka. Maka kami mohon Bapak Uskup melantik dan meneguhkan para prodiakon sebagai penugasan dari Gereja pilihan Allah,” pintanya.

Usai mendengarkan permohonan Pastor Paroki, Bapak Uskup kemudian menanyakan kesediaan dan keiklasan hati para calon Prodiakon. Ketika mereka menyatakan bersedia, Bapak Uskup kemudian meminta mereka mengucapkan janji kesediaan di hadapan Allah dan seluruh umat.

Prodiakon bersam Bapak Uskup, imam konselebrasi, dan Frater Top

Setelah itu Bapak Uskup mengucapkan doa, dilanjutkan dengan pengukuhan (pelantikan) mereka dengan mengenakan (menyerahkan tanda jabatan) berupa Samir serta salinan Surat Keputusan dari Uskup kepada masing-masing Prodiakon yang dilantik. Kemudian Bapak Uskup meneguhkan mereka dengan nasehat, lalu memerciki mereka dengan air suci.

ERAT PERSAUDARAAN

Sebelum berkat penutup, Pastor Paroki RD. Agustinus Sugiyarto menyampaikan sapaan kasih. Rm. Agus, mengungkapkan syukur kepada Tuhan atas rahmat 82 tahun usia paroki Palasari serta bersyukur telah memilih pelayannya sebagai Prodiakon untuk membantu imam dalam melayani komuni.

Pastor Paroki juga berharap agar dalam usia Gereja yang sudah 82 tahun ini iman umat semakin teguh dan tangguh. Diharapkan juga ke depannya umat semakin erat dalam persekutuan dan persaudaraan satu sama lain, semakin partisipatif dalam kehidupan menggereja mulai dari KBG, Lingkungan dan Paroki serta semakin termotivasi untuk bermisi dengan menjadi saksi cinta kasih Kristus di tengah masyarakat lain.

“Tunjukan kita umat Katolik yang hidup dengan disemangati cinta kasih, persaudaraan yang erat, aktif berpartisipasi dan peduli terhadap sesama,” harap pastor paroki.

Secara khusus kepada 10 Prodiakon yang baru dilantik, Romo Agus mengungkapkan, “Terima kasih untuk kesediaannya. Tidak mudah menemukan sepuluh orang ini dari sekian banyak yang kita harapkan untuk bersedia. Profisiat dan selamat melayani dengan penuh sukacita dan kiranya berkat Tuhan selalu menyertai.”

Romo Agus juga menyampaikan banyak terima kasih kepada Bapak Uskup, DPP-DKP, para pengurus Lingkungan, KBG dan seluruh umat, para donatur dan pihak-pihak yang telah ikut menyukseskan perayaan HUT ke-82 ini dengan caranya masing-masing.

Ungkapan syukur kepada Tuhan, juga disampaikan Bapak Uskup dalam sambutannya. “Kita bersyukur atas kebaikan Tuhan bagi paroki ini yang telah berusia 82 tahun. Proficiat juga kepada para Prodiakon yang baru dilantik, semoga Tuhan senantiasa menolong mereka agar selalu tekun dan setia menjalankan pelayanan yang dipercayakan.”

Anggota koor bersama Bapak Uskup dan Imam Konselebrasi

Bapak Uskup juga mengharapkan hal yang sama seperti disampaikan pastor paroki, agar paroki itu terus bertumbuh dan berkembang, iman umat semakin teguh dan kuat, semakin meningkatkan partisipasi dalam kehidupan menggereja maupun di tengah masyarakat sebagai Saksi Kristus.

Selanjutnya Bapak Uskup menghimbau umat untuk menyemarakan BKSN 2022, terutama dalam pendalaman Kitab Suci serta menghayatinya dalam kehidupan sehari-hari. Bapak Uskup secara garis besar menjelaskan tentang tema BKSN 2022 maupun sub-sub tema pendalaman BKSN September 2022 ini.

Rangkaian perayaan itu berpuncak pada persembahan tarian dari anak-anak paroki itu, juga pembagian hadiah lomba dalam rangka HUT ke-82, antara lain lomba mazmur dan Lektor. Menyambut HUT paroki itu juga diadakan pertandingan sepak bola yang melibatkan beberapa klub sepak bola di Jembrana. ***

Penulis
Hironimus Adil
Show More

KOMISI KOMUNIKASI SOSIAL

Tim Redaksi *Pelindung Mgr. DR. Silvester San (Uskup Keuskupan Denpasar) *Pemimpin Umum/Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi RD. Herman Yoseph Babey (Ketua Komisi Komsos) *Redaktur: Hironimus Adil- Blasius Naya Manuk- Christin Herman- J Kustati Tukan-

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
error: Content is protected !!
Close
Close